Kegiatan Pada pagi Hari ini adalah Revolusi Mental dari Beliau Dr.Petrus
Pertama Mbah menerangkan Kepada beliau Masa masa BLC masih belum seperti sekarang ini, terus hati beliau tersentuh oleh kata - kata mbah, beliau berkata "kenapa kabupaten klaten tidak memanfaatkan adanya BLC ini," sekiranya begitu , dan beliau mulai bercerita tentang Elektron.
Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai e-. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui, sehingga ia dipercayai sebagai partikel elementer.[2] Elektron memiliki massa sekitar 1/1836 massa proton.[3] Momentum sudut (spin) instrinsik elektron adalah setengah nilai integer dalam satuan ħ, yang berarti bahwa ia termasuk fermion. Antipartikel elektron disebut sebagai positron, yang identik dengan elektron, tapi bermuatan positif. Ketika sebuah elektron bertumbukan dengan positron, keduanya kemungkinan dapat saling berhambur ataupun musnah total, menghasilan sepasang (atau lebih) foton sinar gama.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Elektron
dan Beliu Berkata "pendidikan Itu buka sebagai proyek, jadikan pedidikan sebagai penemu jatidirikita bukan sebagai proyek" "guti allah menciptakan manusia bersuku suku dan berbangsa bangsa" "agamamu ya agamu agamaku ya agamaku" maksud dari kata tersebut adalah urusan dunia itu adalah urusan tuhan saya, ya urusan duniamu ya urusan tuhamu, dan harus mampu menggali talentanya sendiri sendiri, dan beliau tadi juga berkata tentang foton
Foton adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Biasanya foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X. Foton berbeda dengan partikel elementer lain seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa dan dalam ruang vakum foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya, c. Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel ("dualisme gelombang-partikel").
Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling memusnahkan satu sama lain.
dan beliau berpesan jangan mendidik anak kita itu sama rata karena sifat anak setiap anak berbeda, hargai pendapat orang lain apapun itu pendapatnya karena yang memberikan pendapat itu sudah membantu berpikir, jika kita menjadi boss/pemimpin maka jangan jadikan orang pekerjamu itu jadi budak dan ajak mereka untuk saling berpendapat, harus mengtahui apatujuan dari klaten tersebut, jangan sampai korupsi karena sekali korupsi maka akan merusak pekerjan tersebut. saya kira itu saja yang saya pelajari dari Beliau jika nanti saya ingat yang lain akan saya tulis lagi.
Rabu, 20 Januari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar