Kamis, 07 Maret 2019

Membangun Internet Gateway Dengan Ubuntu Server 18.04 LTS


Hai, mina-san konichiwa !!!, pada post kali ini saya akan memposting tentang Internet Gateway diserver Ubuntu 18.04 LTS, kemudian saya buat DHCP server tentu juga dan Internet Sharing menggunakan UFW, okay lansung saja saya bahas. Semoga postingan ini bermanfaat.
  1. Langkah paling awal tentunya harus masuk root dulu, dengan mengetikkan perintah.

    $sudo -s
      
  2. Berikutnya cek apakah interface sudah dapat ip dari gateway internet atau belum, jika belum maka isi dengan perintah dengan.

    #ifconfig


    #dhclient
      
  3. Langkah berikutnya untuk menyeting ip untuk client ikuti langkah - langkah berikut :

    #ifconfig -a // untuk mengecek perangkat keras lan yang terhubung
    #vim /etc/netplan/50... // untuk meng edit konfigurasi ip
    network
             ethernets:
                  ens33:
                         addresses: []
                         dhcp4: true
                         nameservers:
                                          addresses: [192.168.21.1,192.168.4.1,8.8.8.8]
                  ens34:
                         addresses: [192.168.21.1/24]
                         dhcp4: false
                         nameservers:
                                         addresses: [192.168.21.1,192.168.4.1,8.8.8.8]
              version: 2

    // save
    #netplan apply
    #ifconfig

     
  4. Nah setelah mengkonfigurasi ip addressnya sekarang untuk yang membuat dhcp servernya untuk dhcp server saya memakai isc dhcp server untuk konfigurasinya bisa disimak seperti dibawah ini :

    #apt install isc-dhcp-server
    #vim /etc/dhcp/dhcpd.conf

    // scroll kebawah dan cari kalimat subnet hilangkan pagarnya sampai tanda kurung kurawal.

    subnet 192.168.21.0 netmask 255.255.255.0 {
        range 192.168.21.21 192.168.21.50;
        option domain-name-servers 192.168.21.1,192.168.4.1,8.8.8.8;
        option domain-name "terserah.co.id";
        option subnet-mask 255.255.255.0;
        option routers 192.168.21.1;
        option broadcast-address 192.168.21.51;
        default-lease-time 600;
        max-lease-time 1200;
    }


    //save

    #/etc/init.d/isc-dhcp-server restart // untuk memuat ulang service yang berjalan
    #/etc/init.d/isc-dhcp-server status // untuk mengetahui service berjalan dan tidak ada error
     
  5. Langkah berikutnya adalah membuat bagai mana komputer client dapat terkoneksi ke internet dengan nat berikut konfigurasinya :

    #vim /etc/default/ufw

    DEFAULT_INPUT_POLICY="ACCEPT"
    DEFAULT_OUTPUT_POLICY="ACCEPT"
    DEFAULT_FORWARD_POLICY=ACCEPT"


    // save

    #vim /etc/ufw/sysctl.conf

    net/ipv4/ip_forward=1 // hilangkan pagarnya
    net/ipv6/conf/default/forwarding=1 // sama 

    // save

    #vim /etc/ufw/before.rules

    // diletakkan yang paling atas
    *nat
    POSTROUTING ACCEPT [0:0]

    -A POSTROUTING -s 192.168.21.1 -o ens33 -j MASQUERADE

    COMMIT


    // save

    #ufw disable // langkah untuk mengaplikasikan
    #ufw enable // nat dalam firewall
      
  6. jika sudah silahkan cek di client.

      

     

  7. Hai korede owari, Semoga blog saya ini bermaanfaat. Arigatogozaimasu terlah berkunjung !

Senin, 25 Februari 2019

Manajement Paket di Ubuntu

Konichiwa Mina-san pada malam ini saya akan melanjutkan postingan saya yaitu manjement paket di ubuntu, jadi ada beberapa jalan untuk mengainstall paket - paket tersebut seperti dengan dpkg, apt, dan aptitude. Okay mari langsung saja ke tutorialnya :


  • DPKG
    1. Untuk yang pertama saya akan mencoba mengInstall Paket apache2nya dengan dpkg dengan perintah yang ada dibawah ini :

      #ls -la apacheds-2.0.0.AM25-amd64.deb

       
      #dpkg -i apacheds-2.0.0.AM25-amd64.deb

        
    2. Nah cukup simple kan, tapi kelemahan dpkg ini adalah paketnya harus di download manual sebelum menginstalnya, dan kelebihannya adalah paket ini bisa di install ketika tidak ada jaringan.
  • APT
    1. Okay yang kedua saya akan memakai cara menginstall paket dengan apt, apt ini adalah aplikasi yang di gunakan sejak dahulu siapasih yang tidak kenal sama apt, aplikasi download software terbaik di linux :D. Dah langsung saja ke tutorial penginstallanya pertama laukan seperti yang dibawah ini :

      #apt install apache2

        
    2. Cukup simple bukan, kelemahan ini adalah komputer harus ada koneksi, dan kelebihanya paket yang di install lengkap dengan paket - paket yang kita tidak minta tapi langsung pack di install di apt agar pengguna tidak susah - susah untuk mencari paket - paket apa saja yang berhubungan dengan apt. Untuk bonusnya cara mengUninstall dengan menghapus aplikasi beserta konfigurasinya bisa menggunakan perintah dibawah :

      #apt --purge remove apache2

       
  • APTITUDE
    1. Yosh terakhir adalah aptitude, "loh kenapa kok aptitude kan sama saja sama apt ?" okay saya akan menjawabnya spesial aptitude ini adalah aplikasi ini bisa menginstall aplikasi dengan paket yang jadul jika di ubuntu kita ada paket terbaru dan kita install aplikasi lawas pakai apt maka hasilnya akan bertubrukan paket lawas dan paket terbaru dan tidak bisa di install nah, fungsi dari aptitude ini adalah mengatasi paket yang bertubrukan tersebut sehingga aplikasi lawas kita bisa di install di ubuntu. Itulah penjelasan singkat saya semoga membantu. Done baik sekarang langsung masukke konfigurasi lakukan perintah seperti yang saya contohkan di bawah :

      #apt install aptitude

        
    2. Nah setelang menginstall paket tersebut langkah selanjutnya adalah menginstall paket dengan aptitude.

      #aptitude install apache2

        
    3. Jika muncul seperti gambar di bawah masukkan "n"

       
    4. Selanjutnya akan muncul pemberitahuan bahwa paket tersebut ada collition Paket berikutnya ketikkan saja "Y"

        
    5. Konfirmasi selanjutnya akan menanyakan paket akan di install atau tidak pilih "Y"

        
    6. Jika apache masih belum berjalan juga ulangi langkah menginstall dengan aptitudenya seperti yang saya contohkan berikut :



      Okay cukup sekian tutorial saya pada malam hari ini semoga bisa membantu anda.
      ARIGATOU GOZAIMASU !!!

Membuat Partisi Menggunakan FDISK di Ubuntu




             Baik kaliini saya akan memposting tentang membuat partisi dengan fdisk di ubuntu 18.04 LTS Server di tutorial ini saya mempunyai 2 hard disk yang akan di konfigurasi, sebelum itu apakah anda ta tentang partisi itu ?, okay Partisi (bahasa Inggris: partition), dalam sistem berkas dan pengelolaan sarana penyimpanan adalah sebuah bagian dari ngingatan atau sarana penyimpanan yang terpisah secara logis yang berfungsi seolah-olah bagian tersebut terpisah secara wujud.

untuk konfigurasinya lest go :


  1. Sebelum mempartisi atau bisa juga disebut membagi partisi, kita cek dulu mana partisi yang akan di bagi kalau punya saya mempunyai letak di /dev/sdb itu adalah hardisk ke dua saya, untuk melihatnya bisa di cek dengan perintah :

    #fdisk -l


       
  2. Gambar di atas menunjukan bahwa disk yang belum dibagi ada disk 2 yaitu /dev/sdb, langkah berikutnya adalah masuke tool fdisknya dengan mengetikkan

    $sudo /dev/sdb sesuai disk masing - masing yang akan di bagi
     

      
  3. Dan untuk melihat helpnya adalah "m" nanti akan muncul seperti yang ada dibawah.

                                 
       
  4. Langkah selanjutnya adalah untuk membaginya dengan cara mengetikkan "n" maka akan muncul sperti yang ada di bawah :


       
  5. Kemudian Ketik "p" untuk "Primary" atau "x" untuk "extended", pada bagian partisi tersebut saya menggunakan "Primary" nah jika sudah nanti akan muncul angka partisi jika sebelumnya anda belum membuat partisi maka akan muncul 1-4, pilih angka salah satunya sebagai contoh saya memilih 1 untuk disknya nanti jadi atau hasilnya akan menjadi /dev/sdb1, selanjutnya adalah pada bagian ukuran disknya kalau untuk Mega "M", Giga "G". Sebagai contoh saya menggunakan +10G yang artinya saya menggunakan 10 Giga dalam partisi /dev/sdb1.


  6.     
  7. Sekarang untuk mengecek apakah sudah berhasil atau belum dalam membuat pertisinya ketikkan "p".


        
  8.  Jika sudah berhasil silahkan di save dan keluar dengan memasukkan perintah "w"

                                    
        
  9. Nah jika sudah di simpan langkah berikutnya adalah memformat partisi tersebut ke dalam bentuk ext4 dengan perintah :

    #sudo mkfs.ext4 /dev/sdb1


  10. Berikutnya membuat folder untuk peletakkan /dev/sdb1 untuk di mount sebagai contoh saya membuatnya di /mnt/ dengan perintah :

    #mkdir /mnt/data2


       
  11. Nah untuk mountnya bisa menggunakan perintah ini :

    #mount /dev/sdb1 /mnt/data2
     

       
  12. Nah untuk pembuktian sekarang coba copy file yang ada di /boot atau di /etc/passwd atau terserah mau yang lain yang penting pada bagian ini hanya untuk mencoba saja seperti contoh di bawah :

    #cp -r /boot /mnt/data2
    #cp /etc/passwd /mnt/data2



        
  13. Untuk mengecek apakah sudah bisa atau belum bisa menggukan perintah ini :

    $df -h

    Okay sekian yang dapat saya sampaikan lebih dan kurangnya saya mohon maaf, Semoga Bermanfaat.

Kamis, 21 Februari 2019

Konfigurasi Virtual Host di Webserver Menggunakan Apache 2

     Assalamu'alaikum teman - teman sudah lama ga ngepost gara - gara banyak acara hehe, okay kali ini saya akan ngepost tentang konfigurasi apache2 dengan virtual host di Ubuntu Server, maksudnya disini adalah mengatur 1 ip dengan banyak url singkatnya begitu okay langsung saja kita mulai tidak usah panjang lebar :

Langkah - Langkahnya :


  1. Masukke kedalam Ubuntu Server dan masuk ke root

    $sudo su
     
  2. Kemudian masukke folder konfigurasi apache2nya
    #cd /etc/apache2/sites-available
     
  3. kemudian copy file ke bentuk file yang lain sebagai contoh saya mecopy jadi contoh.conf, dan jangan lupa juga untuk membuat directory baru di /var/www/
    #cp 000-default.conf contoh.conf
    #mkdir /var/www/contoh/
     
  4. jika sudah di copy langkah selanjutnya adalah mengedit file contoh.conf

    ServerName contoh.net                       > bebas untuk memilih
    ServerAlias www.contoh.net

    ServerAdmin emailsendiri@web.com > email di isi dengan email masing-masing
    DocumentRoot /var/www/contoh/       > folder yang telah dibuat
     
  5. Jika sudah jangan lupa untuk di simpan, dan jalankan perintah di bawah untuk mengaktifkan konfigurasi Virtualhostnya

    #a2ensite contoh.conf
    #systemctl restart apache2
     
  6. kemudian buat file index.html di folder /var/www/contoh/

    vim /var/www/contoh/index.html

    <center>hai ini adalah web yang di linkkan oleh contoh</center>
     
  7. Selanjutnya di konfigurasi di ubuntu client desktopnya, buka terminal dan edit file di /etc/hosts
    masukkan konfigurasi berikut :

Kamis, 31 Maret 2016

Tutorial Mengkonfigurasi Repeater Di Mikrotik


       Hari ini saya akan berbagi tentang mengkonfigurasi repeater dengan Mikrotik, Wireless Repeater ini berfungsi sebagai penerus wireless AP dan Ke Station lalu dibentuk lagi menjadi AP, singkatnya sebagai penerus alur AP ke Client.

Berikut Topologi Yang saya Buat :


Langkah - langkahnya :

1. Langkkah Pertama yang harus dilakukan adalah Mengupdate Mikrotiknya menjadi versi yang terbaru lihat di dokumetasi Resmi Mikrotik, tutorialnya cari di Sini.

2. Langkah berikutnya masukke Mikrotik Repeater pilih Menu Interface, kemudian klik wlan1 dan klik Centang warna biru.


3. Kemudian Copy Mac Address tersebut dan klik scan.


4. Kemudian Klik start untuk memulai scan dan pilih SSID yang dimiliki oleh Mikrotik AP, kemudian Klik Connect.


5. Kemudian Klik Apply dan klik OK.


6. Selanjutnya dibuat dulu Wireless Virtual dengan mengetikkan, Klik '+' berwarna Biru pilih Virtual.


7. Selanjutnya kita isi SSIDnya dan pilih master interface wlan1 dan klik Apply OK.


8. Selanjutnya membuat jembatan agar wlan1 dan wlan2 bisa satu jalur / berada pada dalam satu jaringan, Klik pada bagian menu Bridge.


9. Pilih '+', Klik Apply OK.


10. kemudian pilih menu port untuk membuat penghubungnya, dan klik '+'.


11. Kemudian Pilih wlan1 dan klik Apply OK, dan kemudian Klik '+' lagi interfacenya pilih wlan2.


12. Selanjutnya pengaturan DNS, klik pada menu IP > DNS >, Centang pada bagian Allow Remote Requests, kemudian isikan 8.8.8.8 dan klik Aplly Ok


13. Selanjutnya mengkonfigurasi Firewallnya dengan klik Menu IP > Firewall pilih menu NAT klik '+'.


14. Pada menu General Chain = srcnat, Out. Interface pilih bridge1.


15. Sekarang pada bagian Action pilih masquerade klik Apply OK.


16. Sekarang tinggal Di reboot dengan masukke menu System > Reboot, Dan klik OK.


17. Jika mikrotik AP menggunkan Hostpot maka langkah selanjutnya mendaftarkan Mac Addressnya Wireless mikrotik Repeater ke IP Binding Mikrotik AP.

18. Sekarang masuk ke Mikrotik AP dan pilih menu IP > Hostpot > IP Bindings, Klik '+'.


19. masukkan Mac Address Tadi yang dicopy dan sekarang paste di IP Bindingnya AP Typenya pilih bypassed Apply dan OK.


20. selanjutnya tinggal mengkoneksikan SSID Repeater yang di buat tadi.


Semoga Berhasil !!!